Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Februari 2012
DINAMO SEPEDA
Dinamo sepeda merupakan generator kecil yang dapat menghasilkan arus listrik yang kecil pula. pada Dinamo sepeda prinsip kerjanya yaitu energi gerak di ubah menjadi energi listrik .Dinamo sepeda ini hanya menyalakan lampu depan dan belakang terangnnya lampu di tentukan oleh cepatnya roda berputar yang mengakibatkan di namo juga cepat dan arus listrik juga akn besar pula . Dinamo sepeda intinya adalah sebuah magnet yang dapat berputar dan sebuah kumparan tetap.bila roda sepeda di putar dan pada dinamo akan memutar sehingga roda akan memutar magnet biasanya dinamo dapat menghasilakan tegangangan 6 sampai 12 Volt.jadi dengan adanya dinamo pada sepeda dapat memudahkan kita bila menggunakan sepeda bila malam hari.
Generator atau pembangkit listrik yang sederhana dapat ditemukan pada sepeda. Pada sepeda, biasanya dinamo digunakan untuk menyalakan lampu. Caranya ialah bagian atas dinamo (bagian yang dapat berputar) dihubungkan ke roda sepeda. Pada proses itulah terjadi perubalian energi gerak menjadi energi listrik. Generator (dinamo) merupakan alat yang prinsip kerjanya berdasarkan induksi elektromagnetik. Alat ini pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday.
Berkebalikan dengan motor listrik, generator adalah mesin yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Energi kinetik pada generator dapat juga diperoleh dari angin atau air terjun. Berdasarkan arus yang dihasilkan. Generator dapat dibedakan menjadi dua rnacam, yaitu generator AC dan generator DC. Generator AC menghasilkan arus bolak-balik (AC) dan generator DC menghasilkan arus searah (DC). Baik arus bolak-balik maupun searah dapat digunakan untuk penerangan dan alat-alat pemanas
GENERATOR AC
Bagian utama generator AC terdiri atas magnet permanen (tetap), kumparan (solenoida). cincin geser, dan sikat. Pada generator. perubahan garis gaya magnet diperoleh dengan cara memutar kumparan di dalam medan magnet permanen. Karena dihubungkan dengan cincin geser, perputaran kumparan menimbulkan GGL induksi AC. OIeh karena itu, arus induksi yang ditimbulkan berupa arus AC. Adanya arus AC ini ditunjukkan oleh menyalanya lampu pijar yang disusun seri dengan kedua sikat. Sebagaimana percobaan Faraday, GGL induksi yang ditimbulkan oleh generator AC dapat diperbesar dengan cara:
memperbanyak lilitan kumparan,
menggunakan magnet permanen yang lebih kuat.
mempercepat perputaran kumparan, dan menyisipkan inti besi lunak ke dalam kumparan.
Contoh generator AC yang akan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah dinamo sepeda. Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah magnet tetap dan kumparan yang disisipi besi lunak. Jika magnet tetap diputar, perputaran tersebut menimbulkan GGL induksi pada kumparan. Jika sebuah lampu pijar (lampu sepeda) dipasang pada kabel yang menghubungkan kedua ujung kumparan. lampu tersebut akan dilalui arus induksi AC. Akibatnya, lampu tersebut menyala. Nyala lampu akan makin terang jika perputaran magnet tetap makin cepat (laju sepeda makin kencang).
GENERATOR DC
Prinsip kerja generator (dinamo) DC sama dengan generator AC. Namun, pada generator DC arah arus induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin yang digunakan pada generator DC berupa cincin belah (komutator).
Baca lebih jelas sob NURYANTI BE BLOG: TUGAS
Jumat, 30 Desember 2011
Perhitunqan Dimensi PGSM
Dimensi PGSM sangat bergantung pada konsep kestabilannya. Oleh karena itu, perhitungan dimensi PGSM berupa berat butir batu lapis lindung (W), lebar puncak PGSM (B), tebal lapis lindung (t) dan jumlah h'utir batu lapis lindung (N), harus didasarkan pada konsep kestabilan PGSM. PGSM dengan indikator N dan W pada banyak lapis vang disarankan, diilustrasikan pada gambar dibawah ini.
Stabilitas Lapis Lindung.
a. Berat Batu Lapis Lindung
Di dalam perencanaan breakwater, ditentukan berat butir batu pelindung, yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus Hudson.
Dengan :
W = Berat butir batu pelindung
Γr = berat jenis batu
γa = berat jenis air laut
H = tinggi gelombang rencana
θ = Sudut kemiringan sisi pemecah gelombang
KD = Koefisien stabilitas yang tergantung pada bentuk batu pelindung (batu alam atau buatan), kekasaran permukaan batu, ketajaman sisi-sisinya, ikatan antara butir dan keadaan pecahnya gelombang.
KD juga dipengaruhi oleh jenis material, penempatan, type gelombang (pecah atau tidak), dan kemiringan bangunan.
a. Lebar
Lebar puncak PGSM dapat dihitung dengan rumus berikut ini.
Dengan :
B = Lebar puncak
n = jumlah butir batu (n minimum = 3)
kΔ = koefisien lapis (tabel 2.2)
W = berat butir batu pelindung
γr = berat jenis batu pelindung
Kadang-kadang di puncak breakwater tumpukan batu dibuat dinding dan lapis beton yang dicor di tempat. Lapis beton ini mempunyai tiga fungsi, yaitu 1) memperkuat puncak bangunan, 2) menambah tinggi puncak bangunan, dan 3) sebagai jalan untuk perawatan.
a. Tebal Lapis Lindung dan Jumlah Butir Batu
Tebal lapis pelindung dan jumlah butir batu tiap satu luasan diberikan oleh rumus berikut ini.
Dengan :
t = tebal lapis pelindung
n = jumlah lapis batu dalam lapis pelindung
kΔ = koefisien yang diberikan dalam tabel 2.4
A = Luas permukaan
P = porositas rerata dari lapis pelindung (%) (tabel 2.4)
N = jumlah butir batu untuk satu satuan luas permukaan A.
γr = berat jenis batu
Baca lebih jelas sob NURYANTI BE BLOG: TUGAS
Stabilitas Lapis Lindung.
a. Berat Batu Lapis Lindung
Di dalam perencanaan breakwater, ditentukan berat butir batu pelindung, yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus Hudson.
Dengan :
W = Berat butir batu pelindung
Γr = berat jenis batu
γa = berat jenis air laut
H = tinggi gelombang rencana
θ = Sudut kemiringan sisi pemecah gelombang
KD = Koefisien stabilitas yang tergantung pada bentuk batu pelindung (batu alam atau buatan), kekasaran permukaan batu, ketajaman sisi-sisinya, ikatan antara butir dan keadaan pecahnya gelombang.
KD juga dipengaruhi oleh jenis material, penempatan, type gelombang (pecah atau tidak), dan kemiringan bangunan.
a. Lebar
Lebar puncak PGSM dapat dihitung dengan rumus berikut ini.
Dengan :
B = Lebar puncak
n = jumlah butir batu (n minimum = 3)
kΔ = koefisien lapis (tabel 2.2)
W = berat butir batu pelindung
γr = berat jenis batu pelindung
Kadang-kadang di puncak breakwater tumpukan batu dibuat dinding dan lapis beton yang dicor di tempat. Lapis beton ini mempunyai tiga fungsi, yaitu 1) memperkuat puncak bangunan, 2) menambah tinggi puncak bangunan, dan 3) sebagai jalan untuk perawatan.
a. Tebal Lapis Lindung dan Jumlah Butir Batu
Tebal lapis pelindung dan jumlah butir batu tiap satu luasan diberikan oleh rumus berikut ini.
Dengan :
t = tebal lapis pelindung
n = jumlah lapis batu dalam lapis pelindung
kΔ = koefisien yang diberikan dalam tabel 2.4
A = Luas permukaan
P = porositas rerata dari lapis pelindung (%) (tabel 2.4)
N = jumlah butir batu untuk satu satuan luas permukaan A.
γr = berat jenis batu
Baca lebih jelas sob NURYANTI BE BLOG: TUGAS
Langganan:
Postingan (Atom)

